Komunikasi Konseling
1.
Definisi Komunikasi
v
Komunikasi ( bahasa latin “comunis ”: membuat, membangun
kebersamaan antara 2 orang / lebih) , “communico” : membagi (cherry, 83)
v
Harlod D. Laswell :
komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa, mengatakan apa, dengan cara
apa, kepada siapa dengan efek apa
v
Hybes dan Weafer
II, Liliweri 2003 : Komunikasi adalah setiap proses pertukaran informasi,
gagasan dan perasaan. Proses ini meliputi informasi yang disampaikan baik
secara lisan maupun tulisan dengan kata-kata, atau yang disampaikan dengan
bahasa tubuh, gya maupun penampilan diri, mengunakan alat bantu disekeliling
kita, sehingga sebuah pesan menjadi lebih kaya
.
.
v
Steven : Komunikasi
terjadi jika organisme memberi reaksi
terhadap suatu objek/stimuli.
v
Komunikasi : Suatu
transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkunganya,
membangun hubungan antara manusia, melalui pertukaran informasi, untuk
menguatkan sikap & tingkah laku orang lain serta berusaha mengubah sikap
& tingkah laku itu ( b\Book, 80)
v
Rogers & D
Lawerence, 81 proses 2 orang/ lebih membutuhkan/ melakukan pertukaran info satu
dengan lainya sehingga terjadi saling pengertian.
v
Shannon &
Weaver,49 : bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu
dengan yang lainya, sengaja/tidak,tidak terbatas bahasa verbal, tapi juga
ekspresi muka, lukisan, seni & teknologi.
v
sebagai nakes,
komunikasi sebagai upaya penyembuhan, komunikasi theraupetik.
Komunikasi
sebagai aktivitas manusia selalu melibatkan
:
Ø
Sumber komunikasi
Ø
Pesan komunikasi yang berbentuk verbal dan non
verbal
Ø
Media atau saluran
sebagai sarana wadah ( tempat atau rangakaian pesan dialihkan )
Ø
Cara, alat, atau
metode untuk memindahkan pesan.
Ø
Penerimaan atau
sasaran yang menerima komunikasi
Ø
Tujan dan
maksudkomunikasi.
Ø
Rangkaian kegiatan
antara sumber atau pengirim dengan sasaran atau penerima
Ø
Situasi komunikasi
Ø
Proses pengalaman
atas pesan yang dipertukarkan dari sumber dan penerima yang terlibat
komunikasi.
2. Unsur
Komunikasi
Ø
Pengirim / pihak
yang mengawali komunikasi ( sender / source / komunikator). Individu, kelompok,
organisasi berperan mengalihkan/ menyampaikan (transfering) pesan/ gagasan/
Perasaan.
Ø
Enconding.
Pengalihan gagasan kedalam pesan
Ø
Pesan/ message/
contet/ informasi. Gagasan yang dinyatakan oleh pengirim kepada orang lain.
Ø
Decoding,
pengalihan pesan kedalam gagasan
Ø
Penerimaanpesan
Ø
Umpan balik (feed
back)
Ø
Ganguan, efek
internal atau eksternal akibat peralihan pesan
Ø
Bidang pengalaman,
Ruang yang menjadi latar belakang informasi dari pengirim maupun penerima.
Ø
Pertukaran makna,
Ruang/ bidang pertemuan yang tercipta karena kebersamaan.
Ø
Konteks ( situasi,
suasana, lingkungan fisik, nonfisik)
3. Media
Komunikasi
-
Media lisan
-
Media Tertulis
-
Media Elektronik
4. Komponen
Komunikasi
-
Komponen komunikan
-
Komponen
komunikator
-
Komponen pesan
-
Umpan balik
5. Proses
Komunikasi
Komunikasi dapat efektif apabila
pesan diterima dan dimengerti sebagaiman dimaksud oleh pengirim pesan, pesan
ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan dan tidak ada
hambatan untuk hal itu ( Hardjana, 2003)
6. Faktor
yang mempengaruhi komunikasi
·
Latar belakang
kebudayaan
·
Ikatan dengan
kelompok atau group
·
Harapan
·
Pendidikan
·
Situasi
7.
Bentuk Komunikasi
·
Komunikasi massa
adalah komunikasi umu bukan komunikasi pribadi, pesan disampaikan tidak
ditunjukan pada satu orang saja tetapi bagi semua orang banyak atau anggota
khalayak.
a. Karakteristik :
- Bersifat
umum
- Heterogen
-
Menimbulkan keserempakan
- Hubungan
komunikator – komunikan bersifat non pribadi
·
Komunikasi
intrapersonal : adalah komunikasi yang terjadi antar dua atau lebih secara
tatap muka.
-
Menurut sifat : 1. Diadik
2. Triadiadik
- Ada 3 prilaku : 1. Spontan
2. Kebiasaan
3. sadar
·
Komunikasi
intrapersonal / intrapribadi proses komunikasi yang terjadi pada diri
seseorang.
·
Komunikasi kelompok
adalah komunikasi antara seseorang (komunikator dengtan sejumlah orang yang
berkumpul bersama dalam kelompok.
§
dibagi 2 : 1.
Kelompok kecil
2. Kelompok besar
Dalam
komunikasi antar kelompok ada 2 tahap aktivitas untuk melakukan pendekatan
yaitu :
§
Tahap gagasan :
Tahap ketika individu dalam kelompok saling mengungkapkan gagasannya,
berkomunikasi untuk membahas dan memecahkan masalah yang dihadapi.
§
Tahap emosional :
Adanya saling tenggang rasa untuk membina persatuan dan keutuhan antara pribadi
dalam kelompok. Pada tahapan ini kelompok menyadari tanggung jawab serta
perjuangan bersama mengorbankan tujan dan kepentingan pribadi.
Ada 2
bentuk kelompok yang ada dalam komunikasi antar kelompok yaitu :
§
Kelompok kecil :
yaitu kelompok dengan anggota yang jumlahnya terbatas, bersifat formal,
terorganisasi dan biasanya terlembagakan
§
Kelompok Besar.
·
Bentuk komunikasi
berdasarkan arah pesan
§
Komunikasi satu
arah : Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasarantidak dapat atau
tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpanbalik atau bertanya, misalnya
radio.
§
Komunikasi timbal
balik : pesan yang disampaikan kepda sasaran dan sasaran memberikan umpan balik
biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
BAB II
Komunikasi
Terapeutik
1. Pengertian Komunikasi
v
Menurut stuard G.W
(1998) Hubungan interpersonal antara bidan dengan klien, dalam hubungan ini
bidan dan klien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam memperbaiki
emosional klien
v
Menurut Northouse
(1998 ) Kemampuan bidan membantu klien
beradaptasi terhadap stres, mengatasi ganguan psikologis, dan belajar bagaimana
berhubungan dengan orang lain.
v
Komunikasi di
lakukan atau dirancang untuk tujuan terapi. Seorang bidan dapat membantu klien
mengatasi masalah yang dihadapinya melalui komunikasi.
2.
Tujuan
Komunikasi Trapeutik
·
Membantu poasien
memperjelas dan mengurangi beban perasaandan pikiran
·
Membantu dalam
pengambilan tindakanyang efektif untuk pasien
·
Membantu mempengaruhi orang lain dan diri
sendiri
Menurut stuart,
tujan teraupetik diarahkan pada pertumbuhan klien:
v
realisasi diri,
penerimaan diri, dan peningkatan penghormatan diri.Melalui komunikasi
teraupetik diharapkan terjad iperubahan dalam diri klien ( bidan dapatmengubah cara pandang klien
tentang penyakitnya, dirinya, dan massa depannya sehingga klien dapatmenghargai
dan menerima diri apa adnya) Ex : histerektomi
v
Kemampuan membina
hubungan interpersonal yang intim, saling bergantung dengan orang lain. Melalui
komunikasi teraupetik klien belajar menerima dan diterima orang lain. ( Dengan
komunikasi yang terbuka, jujur dan menerima klien apa adnya, bidan akan
meningkatkan kemampuan klien dalam membina hubungan saling percaya)
v
Peningkatan fungsi
dan kemampuan memuasakan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang
realistis . Bidan membimbing klien dalam membuat tujuan yang realistis dan
meningkatkan kemampuan klien memenuhikebutuhan dirinya.
v
identitas personal
yang jelas dan peningkatan integritas diri ( Melalui komunikasi teraupetik ini
diharapkan bidan dapat membantuklien menigkatkan integritas dirinya dan
identitas diri yang jelas). Ex: pospartum blues
3.
Manfaat
Komunikasi Teraupetik
·
Mendorong
terciptanya kerjasama antara bidan dengan pasien.
·
Mengidentifikasi,
Mengungkapkan perasaan, dan mengkaji masalah dan mengevaluasi tindakan yang
dilakukan bidan.
·
Memberikan
pengertian tingkah laku pasiendan membantu pasien mengatasi masalah yang
dihadapi.
·
Mencegah tindakana
yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.
4.
Ciri
Komunikasi Teraupetik
·
Terjadi antar bidan
dengan pasien.
·
Mempunyai hubungan
akrab dan mempunyai tujan.
·
Berfokus pada
pasien yang membutuhkan bantuan.
·
Bidan dengan aktif,
mendengarkan dan memberikan rspon pada pasien.
5.
Unsur
Komunikasi Teraupeutik
·
Ada sumber proses
komunikasi
·
Pesan disampaiokan dengan
balik ( verbal & non verbal )
·
Ada penerima
·
lingkungan saat
komunikasi berlangsung
6. Tahap hubungan Interaksi dengan Klien.
1. Prainteraksi
Masa persiapan sebelum berkomunikasi
dengan pasien. Pada masa ini bidan perlu membuat rencana interaksi dengan pasien
yaitu : melakukan evaluasi diri, menetapkan tahapan hubungan/ interaksi,
merencanakan interaksi.
2. Perkenalan
Kegiatan yang dilakuakan saat
pertama kali bertemu. Hal yang perlu dilakukan bidan adalah : Memberi salam,
memperkenalkan diri , menanyakannama pasien, menyepakati pertemuan, melengkapi
kontrak, menyepakati masalah pasien, mengakhiri perkenalan.
3. Orientasi
Fase ini dilakukan pada awal setiap
pertemuan kedua dst. Tujuan : memvalidasi keakuratan data, rencana yang telah
dibuat dengan keadaan pasien dan mengevaluasi hasil tindakan yang lalu. Hal
yang memberi salam, mengingatkan kontrak.
4. Fase kerja
Merupakan inti hubungan bidan-klien yang
terkait erat dengan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
5. Fase terminasi
Merupakan akhir dari setiap
pertemuan bidan dengan pasien.
Klasifikasi
terminasi :
·
Terminasi sementara
: akhir dari tiap pertemuan bidan dengan pasien, tahap tindak lanjut dan tahap
untuk kontrak yang akan datang.
·
Terminasi akhir :
terjadi jika pasien akan pulang dari rumah sakit atau bidan selesai praktek.
·
Prinsip Komunikasi
Teraupeutik
·
Menurut Carl Rogers
·
Bidan sebagai
tenaga kesehatan harus mengenal dirinya sendri
·
Komunikasi ditandai
dengan sikap menerima, percaya dan menghargai.
·
Bidan sebagai
tenaga kesehatan harus paham, menghayati nilai yang dianut pasien,
·
Bidan sebagai
tenaga kesehatan harus sadar pentingnya kebutuhan pasien.
·
Bidan sebagai
tenaga kerja harus menciptakan suasana agar pasien berkembng tanpa rasa takut.
·
Bidan sebagai tenaga kesehatan menciptakan
suasan agar pasien punya motivasi mengubah diri.
·
Bidan sebagai
tenaga kerja harus menguasai.perasaanya sendiri,
·
Mampu menentukan
batas waktu yang sesuai dengan konsisten.
·
bidan harus paham
akan arti empati.
·
bidan harus dapat
berperan sebagai role model.
·
Mampu
mengekspresikan perasaan.
·
Altruisme unntuk
mendapatakan kepuasan dengan menolong orang lain.
·
Berpegang pada
etika
·
Tanggung jawab
·
Bidan harus jujur
dan berkomunikasi secara terbuka.
7. Komunikasi traupetik dalam kebidanan
1. Pengkajian
·
Menentukan
kemampuan dalam proses informasi,
·
Mengevaluasi data tentang status mental pasien
·
Mengevaluasi
kemampuan pasien dalam berkomunikasi
·
Mengobservasi
kejadian yang terjadi
·
Mengidentifikasiperkembangan
pasien
·
Menentukan sikap
pasien
·
Mengkaji tingkat
kecemasan pasien.
2. Rencana tujuan
·
Membantu pasien
untuk memenuhi kebutuhan sendiri
·
Membantu pasien
menerima pengalaman
·
Meningkatkan harga
diri pasien
·
Memberi suport
·
Bidan dan pasien
sepakat untuk berkomunikasi secara terbuka
3. Implementasi
·
Memperkenalkan diri
pada pasien
·
Memulai interaksi
dengan pasien
·
Membantu pasien
mendapatkan gambaran pengalamanya
·
Menganjurkan pasien
untuk mengungkapkan perasaan.
4. Evaluasi
·
Pasien dapat
mengembankankemampuan dalam mengkaji dan memenuhi kebutuhan
·
Komunikasi menjadi lebih
jelas, terbuka, dan terfokus pada masalah
·
Membantumenciptakan
lingkungan yang dapat menguragi kecemasan
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba,
Ida Bagus Gde. (2001). Komunikasi Konseling . Jakarta: EGC
Ikatan
Bidan Indonesia. (2003). Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Departemen
kesehatan RI
Saifudin,
Abdul Bahri. (2002). Buku Acuan Nosional Komunikasi Konseling. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo & JN-PKKR,POGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar