Rabu, 04 Juli 2012

Komunikasi Konseling


Komunikasi Konseling
1. Definisi Komunikasi
v  Komunikasi  ( bahasa latin “comunis ”: membuat, membangun kebersamaan antara 2 orang / lebih) , “communico”  : membagi (cherry, 83)
v  Harlod D. Laswell : komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa, mengatakan apa, dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa
v  Hybes dan Weafer II, Liliweri 2003 : Komunikasi adalah setiap proses pertukaran informasi, gagasan dan perasaan. Proses ini meliputi informasi yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan dengan kata-kata, atau yang disampaikan dengan bahasa tubuh, gya maupun penampilan diri, mengunakan alat bantu disekeliling kita, sehingga sebuah pesan menjadi lebih kaya
.
v  Steven : Komunikasi terjadi jika organisme  memberi reaksi terhadap suatu objek/stimuli.
v  Komunikasi : Suatu transaksi, proses simbolik yang menghendaki orang-orang mengatur lingkunganya, membangun hubungan antara manusia, melalui pertukaran informasi, untuk menguatkan sikap & tingkah laku orang lain serta berusaha mengubah sikap & tingkah laku itu ( b\Book, 80)
v  Rogers & D Lawerence, 81 proses 2 orang/ lebih membutuhkan/ melakukan pertukaran info satu dengan lainya sehingga terjadi saling pengertian.
v  Shannon & Weaver,49 : bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu dengan yang lainya, sengaja/tidak,tidak terbatas bahasa verbal, tapi juga ekspresi muka, lukisan, seni & teknologi.
v  sebagai nakes, komunikasi sebagai upaya penyembuhan, komunikasi theraupetik.
Komunikasi sebagai aktivitas manusia selalu melibatkan  :
Ø  Sumber komunikasi
Ø   Pesan komunikasi yang berbentuk verbal dan non verbal
Ø  Media atau saluran sebagai sarana wadah ( tempat atau rangakaian pesan dialihkan )
Ø  Cara, alat, atau metode untuk memindahkan pesan.
Ø  Penerimaan atau sasaran yang menerima komunikasi
Ø  Tujan dan maksudkomunikasi.
Ø  Rangkaian kegiatan antara sumber atau pengirim dengan sasaran atau penerima
Ø  Situasi komunikasi
Ø  Proses pengalaman atas pesan yang dipertukarkan dari sumber dan penerima yang terlibat komunikasi.
2. Unsur Komunikasi
Ø  Pengirim / pihak yang mengawali komunikasi ( sender / source / komunikator). Individu, kelompok, organisasi berperan mengalihkan/ menyampaikan (transfering) pesan/ gagasan/ Perasaan.
Ø  Enconding. Pengalihan gagasan kedalam pesan
Ø  Pesan/ message/ contet/ informasi. Gagasan yang dinyatakan oleh pengirim kepada orang lain.
Ø  Decoding, pengalihan pesan kedalam gagasan
Ø  Penerimaanpesan
Ø  Umpan balik (feed back)
Ø  Ganguan, efek internal atau eksternal akibat peralihan pesan
Ø  Bidang pengalaman, Ruang yang menjadi latar belakang informasi dari pengirim maupun penerima.
Ø  Pertukaran makna, Ruang/ bidang pertemuan yang tercipta karena kebersamaan.
Ø  Konteks ( situasi, suasana, lingkungan fisik, nonfisik)
3. Media Komunikasi
-          Media lisan
-          Media Tertulis
-          Media Elektronik

4. Komponen Komunikasi
-          Komponen komunikan
-          Komponen komunikator
-          Komponen pesan
-          Umpan balik
5. Proses Komunikasi
            Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaiman dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindak lanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan dan tidak ada hambatan untuk hal itu ( Hardjana, 2003)
6. Faktor yang mempengaruhi komunikasi
·         Latar belakang kebudayaan
·         Ikatan dengan kelompok atau group
·         Harapan
·         Pendidikan
·         Situasi
7. Bentuk Komunikasi
·         Komunikasi massa adalah komunikasi umu bukan komunikasi pribadi, pesan disampaikan tidak ditunjukan pada satu orang saja tetapi bagi semua orang banyak atau anggota khalayak.
a. Karakteristik :
            - Bersifat umum
            - Heterogen
            - Menimbulkan keserempakan
            - Hubungan komunikator – komunikan bersifat non pribadi
·         Komunikasi intrapersonal : adalah komunikasi yang terjadi antar dua atau lebih secara tatap muka.
-          Menurut sifat : 1. Diadik
 2. Triadiadik
-      Ada 3 prilaku : 1. Spontan
                                2. Kebiasaan
                                3. sadar
·         Komunikasi intrapersonal / intrapribadi proses komunikasi yang terjadi pada diri seseorang.
·         Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang (komunikator dengtan sejumlah orang yang berkumpul bersama dalam kelompok.

§  dibagi 2 : 1. Kelompok kecil
    2. Kelompok besar
Dalam komunikasi antar kelompok ada 2 tahap aktivitas untuk melakukan pendekatan yaitu :
§  Tahap gagasan : Tahap ketika individu dalam kelompok saling mengungkapkan gagasannya, berkomunikasi untuk membahas dan memecahkan masalah yang dihadapi.
§  Tahap emosional : Adanya saling tenggang rasa untuk membina persatuan dan keutuhan antara pribadi dalam kelompok. Pada tahapan ini kelompok menyadari tanggung jawab serta perjuangan bersama mengorbankan tujan dan kepentingan pribadi.

Ada 2 bentuk kelompok yang ada dalam komunikasi antar kelompok yaitu :
§  Kelompok kecil : yaitu kelompok dengan anggota yang jumlahnya terbatas, bersifat formal, terorganisasi dan biasanya terlembagakan
§  Kelompok Besar.

·         Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan
§  Komunikasi satu arah : Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasarantidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpanbalik atau bertanya, misalnya radio.
                A                                    B

§   Komunikasi timbal balik : pesan yang disampaikan kepda sasaran dan sasaran memberikan umpan balik biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.













BAB II
Komunikasi Terapeutik
1.      Pengertian  Komunikasi
v  Menurut stuard G.W (1998) Hubungan interpersonal antara bidan dengan klien, dalam hubungan ini bidan dan klien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam memperbaiki emosional klien
v  Menurut Northouse (1998 )  Kemampuan bidan membantu klien beradaptasi terhadap stres, mengatasi ganguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain.
v  Komunikasi di lakukan atau dirancang untuk tujuan terapi. Seorang bidan dapat membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya melalui komunikasi.
2.      Tujuan Komunikasi Trapeutik
·         Membantu poasien memperjelas dan mengurangi beban perasaandan pikiran
·         Membantu dalam pengambilan tindakanyang efektif untuk pasien
·          Membantu mempengaruhi orang lain dan diri sendiri
Menurut stuart, tujan teraupetik diarahkan pada pertumbuhan klien:
v  realisasi diri, penerimaan diri, dan peningkatan penghormatan diri.Melalui komunikasi teraupetik diharapkan terjad iperubahan dalam diri klien   ( bidan dapatmengubah cara pandang klien tentang penyakitnya, dirinya, dan massa depannya sehingga klien dapatmenghargai dan menerima diri apa adnya) Ex : histerektomi
v  Kemampuan membina hubungan interpersonal yang intim, saling bergantung dengan orang lain. Melalui komunikasi teraupetik klien belajar menerima dan diterima orang lain. ( Dengan komunikasi yang terbuka, jujur dan menerima klien apa adnya, bidan akan meningkatkan kemampuan klien dalam membina hubungan saling percaya)
v  Peningkatan fungsi dan kemampuan memuasakan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistis . Bidan membimbing klien dalam membuat tujuan yang realistis dan meningkatkan kemampuan klien memenuhikebutuhan dirinya.
v  identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri ( Melalui komunikasi teraupetik ini diharapkan bidan dapat membantuklien menigkatkan integritas dirinya dan identitas diri yang jelas). Ex: pospartum blues
3.      Manfaat Komunikasi Teraupetik
·         Mendorong terciptanya kerjasama antara bidan dengan pasien.
·         Mengidentifikasi, Mengungkapkan perasaan, dan mengkaji masalah dan mengevaluasi tindakan yang dilakukan bidan.
·         Memberikan pengertian tingkah laku pasiendan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi.
·         Mencegah tindakana yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.
4.      Ciri Komunikasi Teraupetik
·         Terjadi antar bidan dengan pasien.
·         Mempunyai hubungan akrab dan mempunyai tujan.
·         Berfokus pada pasien yang membutuhkan bantuan.
·         Bidan dengan aktif, mendengarkan dan memberikan rspon pada pasien.
5.      Unsur Komunikasi Teraupeutik
·         Ada sumber proses komunikasi
·         Pesan disampaiokan dengan balik ( verbal & non verbal )
·         Ada penerima
·         lingkungan saat komunikasi berlangsung
6.      Tahap hubungan Interaksi dengan Klien.
1. Prainteraksi
            Masa persiapan sebelum berkomunikasi dengan pasien. Pada masa ini bidan perlu membuat rencana interaksi dengan pasien yaitu : melakukan evaluasi diri, menetapkan tahapan hubungan/ interaksi, merencanakan interaksi.
2. Perkenalan
            Kegiatan yang dilakuakan saat pertama kali bertemu. Hal yang perlu dilakukan bidan adalah : Memberi salam, memperkenalkan diri , menanyakannama pasien, menyepakati pertemuan, melengkapi kontrak, menyepakati masalah pasien, mengakhiri perkenalan.
3. Orientasi
            Fase ini dilakukan pada awal setiap pertemuan kedua dst. Tujuan : memvalidasi keakuratan data, rencana yang telah dibuat dengan keadaan pasien dan mengevaluasi hasil tindakan yang lalu. Hal yang memberi salam, mengingatkan kontrak.
4. Fase kerja
             Merupakan inti hubungan bidan-klien yang terkait erat dengan pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
5. Fase terminasi
            Merupakan akhir dari setiap pertemuan bidan dengan pasien.
Klasifikasi terminasi :
·         Terminasi sementara : akhir dari tiap pertemuan bidan dengan pasien, tahap tindak lanjut dan tahap untuk kontrak yang akan datang.
·         Terminasi akhir : terjadi jika pasien akan pulang dari rumah sakit atau bidan selesai praktek.
·         Prinsip Komunikasi Teraupeutik
·         Menurut Carl Rogers
·         Bidan sebagai tenaga kesehatan harus mengenal dirinya sendri
·         Komunikasi ditandai dengan sikap menerima, percaya dan menghargai.
·         Bidan sebagai tenaga kesehatan harus paham, menghayati nilai yang dianut pasien,
·         Bidan sebagai tenaga kesehatan harus sadar pentingnya kebutuhan pasien.
·         Bidan sebagai tenaga kerja harus menciptakan suasana agar pasien berkembng tanpa rasa takut.
·          Bidan sebagai tenaga kesehatan menciptakan suasan agar pasien punya motivasi mengubah diri.
·         Bidan sebagai tenaga kerja harus menguasai.perasaanya sendiri,
·         Mampu menentukan batas waktu yang sesuai dengan konsisten.
·         bidan harus paham akan arti empati.
·         bidan harus dapat berperan sebagai role model.
·         Mampu mengekspresikan perasaan.
·         Altruisme unntuk mendapatakan kepuasan dengan menolong orang lain.
·         Berpegang pada etika
·         Tanggung jawab
·         Bidan harus jujur dan berkomunikasi secara terbuka.
7.       Komunikasi  traupetik dalam kebidanan
1. Pengkajian
·         Menentukan kemampuan dalam proses informasi,
·         Mengevaluasi  data tentang status mental pasien
·         Mengevaluasi kemampuan pasien dalam berkomunikasi
·         Mengobservasi kejadian yang terjadi
·         Mengidentifikasiperkembangan pasien
·         Menentukan sikap pasien
·         Mengkaji tingkat kecemasan pasien.
2. Rencana tujuan
·           Membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan sendiri
·           Membantu pasien menerima pengalaman
·           Meningkatkan harga diri pasien
·           Memberi suport
·           Bidan dan pasien sepakat untuk berkomunikasi secara terbuka
3. Implementasi
·           Memperkenalkan diri pada pasien
·           Memulai interaksi dengan pasien
·           Membantu pasien mendapatkan gambaran pengalamanya
·           Menganjurkan pasien untuk mengungkapkan perasaan.
4. Evaluasi
·           Pasien dapat mengembankankemampuan dalam mengkaji dan memenuhi kebutuhan
·           Komunikasi menjadi lebih jelas, terbuka, dan terfokus pada masalah
·           Membantumenciptakan lingkungan yang dapat menguragi kecemasan




DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. (2001). Komunikasi Konseling . Jakarta: EGC

Ikatan Bidan Indonesia. (2003). Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta: Departemen kesehatan RI

Saifudin, Abdul Bahri. (2002). Buku Acuan Nosional Komunikasi Konseling. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo & JN-PKKR,POGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar