A. Pengertian Gender dan Seksualitas
1. Pengertian Gender
a. Gender pada awalnya diambil dari kata dalam bahasa arab
JINSIYYUN yang kemudian di adopsi dalam bahasa perancis dan inggris menjadi
Gender
b. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan
dalam peran, fungsi, hak, tanggung jawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata
nilai social, budaya dan adat istiadat (Badan Pemberdayaan Masyarakat, 2003)
c. Gender adalah pera dan tanggung jawab perempuan dan
laki-laki yang ditentukan secara social. Gender berhubungan dengan persepsi dan
pemikiran serta tindakan yang diharapkan sebagai perempuan dan laki-laki yang
dibentuk masyarakat, bukan karena perbedaan biologis (WHO, 1998).
2. Pengertian Seksualitas
a. Seksualitas/jenis kelamin adalah karakteristik
biologis-anatomis (khususnya system reproduksi dan hormonal) diikuti dengan
karakteristik fisiologis tubuh yang menentukan seseorang adalah laki-laki atau
perempuan (Depkes RI, 2002:2)
b.
Seksualitas/Jenis Kelamin (seks) adalah
perbedaan fisik biologis yang mudah
dilihat melalui cirri fisik primer dan secara sekunder yang ada pada kaum laki-laki dan perempuan(Badan Pemberdayaan Masyarakat, 2003)
dilihat melalui cirri fisik primer dan secara sekunder yang ada pada kaum laki-laki dan perempuan(Badan Pemberdayaan Masyarakat, 2003)
c. Seksualitas/Jenis Kelamin adalah pembagian jenis kelamin
yang ditentukan secara biologis melekat pada jenis kelamin tertentu 9handayani,
2002 :4)
d. Seks adalah karakteritik genetic/fisiologis atau biologis
seseorang yang menunjukkan apakah dia seorang perempuan atau laki-laki (WHO,
1998)
B.
Perbedaan Gender dan Seksualitas
No
|
Karakteristik
|
Gender
|
Seks
|
1.
|
Sumber pembeda
|
Manusia (masyarakat)
|
Tuhan
|
2.
|
Visi, Misi
|
Kebiasaan
|
Kesetaraan
|
3.
|
Unsur pembeda
|
Kebudayaan (tingkah laku)
|
Biologis (alat reproduksi)
|
4.
|
Sifat
|
Harkat, martabat dapat dipertukarkan
|
Kodrat, tertentu
tidak dapat dipertukarkan
|
5.
|
Dampak
|
Terciptanya
norma-norma/ketentuan tentang “pantas” atau “tidak pantas” laki-laki pantas
menjadi pemimpin, perempuan “pantas’ dipimpin dll. Sering
merugikan salah satu pihak, kebetulan adalah perempuan
|
Terciptanya nilai-nilai :
kesempurnaan, kenikmatan, kedamaian dll. Sehingga menguntungkan kedua belah
pihak.
|
6.
|
Ke-berlaku-an
|
Dapat berubah,
musiman dan berbeda anra kelas
|
Sepanjang masa
dimana saja, tidak mengenal pembedaan kelas.
|
Menurut Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perbedaan antara Gender dan Jenis
Kelamin
Jenis Kelamin
|
Gender
|
Tidak dapat
berubah, contohnya alat kelamin laki-laki dan perempuan
|
Dapat berubah,
contohnya peran dalam kegiatan sehari-hari, seperti banyak perempuan menjadi
juru masak jika dirumah, tetapi jika di restoran juru masak lebih banyak
laki-laki.
|
Tidak dapat
dipertukarkan, contohnya jakun pada laki-laki dan payudara pada perempuan
|
Dapat dipertukarkan
|
Berlaku
sepanjang masa, contohnya status sebagai laki-laki atau perempuan
|
Tergantung
budaya dan kebiasaan, contohnya di jawa pada jaman penjajahan belanda kaum
perempuan tidak memperoleh hak pendidikan. Setelah
Indo merdeka perempuan mempunyai kebebasan mengikuti pendidikan
|
Berlaku dimana
saja, contohnya di rumah, dikantor dan dimanapun berada, seorang
laki-laki/perempuan tetap laki-laki dan perempuan
|
Tergantung
budaya setempat, contohnya pembatasan kesempatan di bidang pekerjaan terhadap
perempuan dikarenakan budaya setempat antara lain diutamakan untuk menjadi
perawat, guru TK, pengasuh anak
|
Merupakan kodrat
Tuhan, contohnya laki-laki mempunyai cirri-ciri utama yang berbeda dengan
cirri-ciri utama perempuan yaitu jakun.
|
Bukan merupakan
budaya setempat, contohnya pengaturan jumlah a nak dalam satu keluarga
|
Ciptaan Tuhan,
contohnya perempuan bisa haid, hamil, melahirkan dan menyusui sedang
laki-laki tidak.
|
Buatan manusia,
contohnya laki-laki dan perempuan berhak menjadi calon ketua RT, RW, dan
kepala desa bahkan presiden.
|
C.
Budaya yang Mempengaruhi Gender
1.
Sebagian besar masyarakat banyak dianut
kepercayaan yang salah tentang apa arti menjadi seorang wanita, dengan akibat
yang berbahaya bagi kesehatan wanita.
2. Setiap masyarakat mengharapkan wanita dan pria untuk
berpikir, berperasaan dan bertindak dengan pola-pola tertentu dengan alas an
hanya karena mereka dilahirkan sebagai wanita/pria. Contohnya wanita diharapkan
untuk menyiapkan masakan, membawa air dan kayu bakar, merawat anak-anak dan
suami. Sedangkan pria bertugas memberikan kesejahteraan bagi keluarga di masa
tua serta melindungi keluarga dari ancaman.
3. Gender dan kegiatan yang dihubungkan dengan jenis kelamin
tersebut, semuanya adalah hasil rekayasa masyarakat. Beberapa kegiatan seperti
menyiapkan makanan dan merawat anak adalah dianggap sebagai “kegiatan wanita”.
4. Kegiatan lain tidak sama dari satu daerah ke daerah lain
diseluruh dunia, tergantung pada kebiasaan, hokum dan agama yang dianut oleh
masyarakat tersebut.
5. Peran jenis kelamin bahkan bisa tidak sama didalam suatu
masyarakat, tergantung pada tingkat pendidikan, suku dan umurnya, contohnya :
di dalam suatu masyarakat, wanita dari suku tertentu biasanya bekerja menjadi
pembantu rumah tangga, sedang wanita lain mempunyai pilihan yang lebih luas
tentang pekerjaan yang bisa mereka pegang.
6. Peran gender diajarkan secara turun temurun dari orang
tua ke anaknya. Sejak anak berusia muda, orang tua telah memberlakukan anak
perempuan dan laki-laki berbeda, meskipun kadang tanpa mereka sadari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar